
Apa bedanya lulusan D1, D3, dengan S1 atau S2? Kalau toh ketika masuk ke dunia kerja, kadang gelar itu tidak digunakan. Ada orang yang cuma lulusan D1 atau D3 tapi lagi hoki sehingga mendapatkan pekerjaan dengan load dan gaji yang lebih tinggi dibandingkan lulusan S1 atau S2. Jadi, buat apa mengejar title setinggi-tingginya, kalau toh hoki kita ini tidak ada yang tahu.
Tapi, jangan salah... Saya baru saja mendapatkan perbedaannya 3 hari yang lalu. Bahwa sebenarnya kematangan pribadi dan kedewasaan dalam sebuah problem solving itulah yang dimiliki oleh lulusan S1. Ketika sudah masuk dalam dunia kerja, hal ini yang akan teruji. Seberapa besar orang tersebut mampu dengan dewasa dan tanpa emosi menyelesaikan masalah. Seberapa besar jiwa orang tersebut mau mengakui kesalahannya dan bukannya ngotot membela dirinya pasti benar. Serta seberapa besar orang tersebut mampu menyelesaikan masalah dengan waktu yang efektif dengan keputusan yang benar, serta berani ambil risiko.
Mengapa? Karena mahasiswa S1 terlatih untuk mengerjakan tugas dalam kelompok, di mana di situ terdapat perbedaan pendapat, sehingga mereka diharuskan bisa mengelola dan menyatukan perbedaan tersebut. Lalu nanti kelompok tersebut diwajibkan mempresentasikan tugasnya di depan kelompok yang lain. Ketika presentasi mereka akan dihujani pertanyaan, didebat, disalahkan, dikritik, dan sebagainya. Sehingga mereka harus bisa dengan tanpa emosi menjawab setiap pertanyaan dan kritikan. Itulah yang membuat mahasiswa S1 tetap lebih unggul. Saya menamakannya EQ mahasiswa S1 lebi teruji.
Boleh saja hoki berkata lain. Sehingga mahasiswa lulusan D3 bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih menjanjikan masa depannya dibanding lulusan S1. Tetapi ketika masuk ke dalam dunia kerja, semua hal yang sudah saya sebutkan tadi pasti akan terlihat. Memang sih.. ada juga orang lulusan D3 yang memiliki jiwa kepemimpinan dan jiwa besar yang tinggi dibandingkan orang lulusan S1. Tetapi, semua itu ditempa oleh waktu selama ia bekerja. Tetapi, jika selama waktu bekerja itu tidak dipergunakan dengan baik untuk belajar, ya sama saja. Para lulusan D3 yang sudah naik pangkat, akan disalip oleh yunior-yuniornya yang lulusan S1.
Jangan sebal atau sungkan ketika Anda dipimpin oleh orang lulusan D3, karena apa yang sudah Anda pelajari selama kuliah seharusnya dipraktikkan. Seharusnya kita berani menunjukkan bahwa dengan kepintaran kita, kita memiliki nilai EQ yang lebih tinggi.
Tapi, semua itu tentu saja terbukti jika mahasiswa S1 benar-benar melaksanakan proses kuliahnya selama kurang lebih 4 tahun tersebut dengan baik. Jadi, saran saya untuk mahasiswa S1, gunakan setiap tugas-tugas yang diberikan dosen itu sebagai proses pembelajaran yang akan membekali kalian untuk lebih siap memasuki dunia kerja. Sedangkan untuk mahasiswa D3, gunakan kesempatan ketika sudah memasuki dunia kerja, untuk belajar tentang EQ yang dipelajari mahasiswa S1 ketika di kampus. Jadi, semua akan sama-sama bertanding karir secara fair.
baca selengkapnya......