Rabu, 11 Agustus 2010

Misteri Kematian

Kematian adalah salah satu bagian dari siklus kehidupan yang tidak terselami. Tidak bisa diterka, ditebak, dianalisis, diterawang, ataupun diramal. Baik itu yang berhubungan dengan kapan kematian datang, bagaimana caranya, dan bagaimana kehidupan setelah kematian. Tidak ada yang bisa membacanya.


Sekalipun itu pemuka agama di mana pun itu. Baik pendeta, pastor, ulama, biksu, atau siapapun. Tidak ada yang bisa menerka apa misteri di balik kematian.

Ada yang berkata, kalau mati itu nanti bertemu dengan bidadari. Maka banyak orang-orang yang otaknya sudah dirasuki doktrin itu sehingga rela mati demi membela yang dirasa benar, atau disebut jihad.

Ada yang berkata, kalau mati itu nanti bertemu Tuhan. Maka banyak orang-orang yang berdoa ditujukan kepada orang mati itu. Bukan ditujukan kepada Tuhan yang punya kehidupan. Tetapi justru minta kepada orang mati untuk disampaikan ke Tuhan.

Ada yang berkata, kalau mati itu nanti bisa bertemu dan bersatu dengan orang yang dicintainya. Maka banyak pasangan-pasangan muda yang hubungannya tidak direstui orang tua, lalu memilih lebih baik bunuh diri supaya nanti di alam baka bisa bersatu dengan pasangannya.

Ada yang berkata, kalau mati itu nanti bisa meramal masa depan. Maka banyak orang-orang yang menyembah-nyembah kuburan dan perangkat kematian lainnya, supaya bisa tahu masa depannya itu nanti seperti apa, nomor judi yang besok keluar apa, dan soal ujian yang nanti keluar apa.

Ada yang berkata, kalau mati itu nanti bisa menghantui atau menakut-nakuti manusia. Maka banyak orang-orang yang takut datang ke kuburan, dan mengkait-kaitkan setan dengan wajah-wajah orang yang mati.

Mungkin ada banyak lagi yang berkata bahwa kehidupan setelah kematian itu nanti seperti ini atau seperti itu. Tapi, menurut saya sebagai orang yang mengimani Tuhan dan bukan mengimani kematian. Maka, setelah mati itu kita benar-benar gameover. Tidak ada ada yang namanya kehidupan lagi, tidak bisa lagi bertemu dgn siapapun, tidak bernyawa, tidak berpikir, tidak merasa, benar-benar mati dan tidak ada yang menjelma menjadi hantu.

Menurut iman saya, hantu adalah malaikat surga yang berkhianat pada Tuhan lalu dia diusir dari surga. Tapi kekuatannya sama seperti malaikat-malaikat baik lainnya. Jadi, malaikat jahat ini sering menjelma menjadi manusia yang sudah mati atau makhluk yang menyeramkan, supaya manusia nanti takut setengah mati. Sehingga ujung-ujungnya, manusia bukannya menyembah Tuhan melainkan menyembah malaikat jahat atau sering dinamakan setan ini.

Lalu, kapan dong ketemu Tuhannya? Nah, dalam iman saya pula.. Semua ada di hari penghakiman alias hari kiamat. Semua orang mati dan orang hidup akan diadili oleh Tuhan yang Empunya Kerajaan Surga. Semua akan dipilih, siapa orang-orang yang layak untuk hidup bersama Tuhan di Surga. Jadi ketemu Tuhannya itu nanti kalau hari penghakiman alias kiamat.

Jadi... kalau ada orang-orang yang berkata bahwa setelah mati nanti kita bakal bertemu bidadari, kita bakal bertemu Tuhan, kita bakal bertemu dan bersatu dengan yang kita cintai, kita bisa meramal masa depan, atau kita bakal bisa menghantui atau menakut-nakuti manusia. Berarti... orang-orang itu sudah pernah mati.

Kredit foto: http://kelvinphin.files.wordpress.com/2008/05/300px-20000_graveyard.jpg
baca selengkapnya......

Jumat, 30 Juli 2010

Backpacking Seru di Hong Kong

Siapa sih yang menolak jalan-jalan gratis ke Hong Kong? Kalau saya, tentu saja tidak dong… Berbekal keisengan saya, ternyata itu membuahkan hasil yang mengagetkan sekaligus menyenangkan.

Kabar itu saya terima dari Inke Maris, persis 2 minggu sebelum jadwal keberangkatan saya ke Hong Kong. Ternyata, sayalah yang mendapatkan tiket gratis dari Cita Cinta dan Hong Kong Tourism Board untuk terbang ke Hong Kong plus menginap selama 3 hari 2 malam di sana. Saya juga berhak memilih teman untuk menemani perjalanan saya di sana.

Wah… saat mendengar kabar itu, saya benar-benar shock, senang, excited, dan sedikit deg-degan juga, karena ternyata perjalanan saya ke Hong Kong hanya berdua saja dengan teman saya itu. Yaahh.. seperti backpacking. Berbekal peta Hong Kong, peta MTR, dan semua info tentang Hong Kong, kami berdua siap menjelajah kota yang dijuluki Center of Shopping in Asia itu.

Penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta sampai ke Hong Kong International Airport kira-kira membutuhkan waktu 4,5 jam dan perbedaan waktu antara Jakarta dan Hong Kong adalah 1 jam lebih awal di Hong Kong. Kami berangkat pukul 8.30 WIB dan sampai di sana sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Saat itu cuaca di sana tidak begitu panas, sedikit mendung tapi tidak hujan.

Dari bandara hingga ke hotel, kami dijemput oleh bus khusus yang dinamakan Airport Hotelink, yang akan mengantarkan kami serta turis-turis asing lainnya ke hotel masing-masing. Dari bandara, kami harus melewati jembatan yang super panjang dan besar. Kalau di Indonesia, seperti jembatan Suramadu. Hong Kong memang negara berbentuk pulau-pulau kecil, jadi selain dengan kapal fery, pulau satu dengan pulau lainnya dihubungkan pula dengan jembatan yang super besar dan panjang itu.

Perjalanan kami menuju ke kota, dibuat terkagum-kagum oleh kota ini. Semuanya serba rapi dan teratur. Bayangkan saja, kota Hong Kong ini sebenarnya kecil, sumpek, penduduknya padat, dan berisi gedung-gedung tinggi menjulang. Tapi kenyataannya kota ini jauh dari yang namanya macet dan polusi. Saat itu kami hanya memendam pertanyaan besar, kenapa kota ini bisa jauh dari macet ya, padahal penduduknya juga banyak. Yaahh.. kami pasti akan menemukan jawabannya setelah menjalani petualangan kami di sini.

Setibanya di hotel, kembali kami dibuat terkagum-kagum dengan hotel Harbour Grand Hong Kong yang sangat bagus. Kami akan menginap di hotel ini, tepatnya di lantai 22, dan di kamar dengan pemandangan yang keren. Untung saja, kami bukan wanita yang phobia ketinggian, jadi pemandangan jalan-jalan, gedung-gedung, dan pelabuhan dengan kapal-kapal fery-nya, justru membuat kami betah duduk-duduk di pinggir jendela sambil memandangi kota ini.

Yaps, malam pertama di kota ini sudah tiba. Saatnya untuk menjelajahi kehidupan penduduk di kota ini. Tujuan kami saat itu adalah berjalan-jalan ke Victoria Park, sebuah taman yang berisi banyak public facility, seperti lapangan basket, lapangan futsal, kolam renang, gym, perpustakaan, dan lain sebagainya. Semuanya tertata rapi, bersih, dan nyaman. Wah, seandainya saja di Indonesia ada fasilitas publik yang seindah dan sebersih Victoria Park, dijamin deh kita pasti bakal betah untuk berlama-lama di sana. Selain asyik menikmati suasananya, badan kita juga bakal segar dan sehat karena berolah raga di situ lebih nyaman.

Selain ke Victoria Park, kami juga berjalan-jalan menyusuri setiap jalan-jalan sempit di kota ini. Kami menemukan toko seperti mall tetapi kecil, yang bernama Fashion Tin Hau Shopping. Tempat ini berisi toko-toko kecil menjual aneka fashion dan pernak-pernik lucu, ada juga salon, tempat massage, serta satu lagi yang membuat kami kaget, yaitu kantor penyalur TKW Indonesia. Bayangkan saja, di jendela kaca kantor itu ditempel poster besar yang menuliskan CV dan foto para TKW Indonesia yang siap bekerja di Hong Kong. Kebanyakan dari mereka berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Keahlian mereka pun beragam, yang pasti semuanya layak untuk dihargai.

Saking banyaknya TKW Indonesia di negara ini, kami juga menemukan kantor salah satu bank swasta Indonesia di sini. Ada juga mobil kargo khusus yang akan mengantarkan barang-barang dari Hong Kong ke Indonesia. Selain itu dijual juga kartu operator seluler khusus yang mempermudah hubungan telekomunikasi dengan keluarga di Indonesia, tentu dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan operator seluler biasa.


Lelah berjalan-jalan, kami memutuskan untuk kembali ke hotel. Tapi, sepertinya niat kami ini belum direstui Tuhan. Bayangkan saja, akibat terlalu menikmati perjalanan dan pemandangan kota ini, sekarang kami bena
r-benar lupa jalan kembali ke hotel. Rasanya setiap gedung sama saja, setiap sudut perempatan kota ini juga serupa.

Kami lalu bertanya kepada salah satu pejalan kaki yang untungnya dia bisa sedikit berbahasa Inggris, tetapi dia hanya menjawab, “Oohh.. Harbour Grand is so far from here. In there…” ujarnya sambil menunjukkan arah. Lalu dia pun berlalu pergi menyebrang jalan dengan langkah yang seperti terburu-buru.

Kami kembali membuka peta kota Hong Kong ini dan mencoba mencari-cari, sebenarnya kami ini s
ekarang ada di mana sih. Seperti yang sering dibilang kaum pria, bahwa navigasi wanita itu buruk, dan itu benar-benar terbukti, karena kami benar-benar tidak tahu arah sekarang. Utara, Timur, Barat, Selatan pun kami tidak tahu.

Saking letihnya berjalan kaki, kami lalu memutuskan untuk menyerah dan naik taksi. Kami percaya, kalau naik taksi pasti supirnya tahu letak hotel kami tersebut. Tapi ternyata harapan kami itu salah besar. Ketika kami berkata, “We will go to Harbour Grand Hong Kong Hotel.” Bapak supir taksi itu justru berkata, “Hah?? This is Hong Kong.”

Alamakkk… Ternyata dia tidak bisa berbahasa Inggris dan dia tidak tahu di mana itu hotel Harbour Grand Hong Kong. Akhirnya teman saya berkata, “Oke, stop us in Victoria Park.” Pastilah dia tahu di mana itu dan seharusnya letak Victoria Park tidak jauh dari hotel kami.

Yah.. akhirnya kami diturunkan di Victoria Park. Dari situ kami kembali mempelajari peta dan akhirnya, kami tiba di hotel dengan selamat tepat di tengah malam. Wahh.. sungguh pengalaman yang melelahkan, sekaligus menyenangkan. Kesasar di negeri orang yang kita tidak bisa bahasanya.

Esok paginya, kami kembali merancang rute perjalanan ka
mi hari itu. “Hari ini pokoknya kita harus sampai ke Disneyland,” ujar saya. Yah.. sambil makan pagi di hotel, kami benar-benar mempelajari peta MTR dan mencatat rutenya di selembar kertas.


MTR adalah subway atau kereta bawah tanah yang bisa m
engantarkan kami ke mana saja, termasuk ke Disneyland. Di sini, tiket naik MTR adalah dengan menggesekkan Octopus Card ke pintu masuk. Kartu ajaib seharga 150 HKD ini tidak hanya bisa mengantarkan kami menaiki MTR, tetapi juga trem, bus, bahkan membeli minuman di mesin penjual minuman, membayar belanjaan di beberapa supermarket, dan juga di toko-toko lain. Lalu, jika nanti deposit isinya sudah habis kita bisa mengisi ulangnya lagi. Benar-benar praktis.

Octopus Card bisa dibeli di bandara dan juga di beberapa stasiun pemberhentian. Saat itu saya membeli Octopus Card seharga 150 HKD di Causeway Bay Station. Ketika teman saya mau membelinya juga, dia belajar dari orang yang mengantri di depannya. Ternyata Hong Kong memfasilitasi orang-orang yang mau berwisata dengan MTR selama sehari. Dengan cukup membeli tiket yang bernama Tourist Day Pass seharga 50 HKD, kita bisa pergi berwisata ke mana saja hanya dalam waktu satu hari. Ditambah lagi ada diskon-diskon khusus untuk membeli tiket masuk ke tempat wisata itu. Wah, pokoknya komplit deh. Beli satu kartu, ada kartu-kartu diskon lain di dalamnya.

Perjalanan dengan MTR seperti menyusuri lorong labirin dan kita harus mencari jalan keluarnya. Mungkin karena baru pertama kali, kali ini kami salah naik MTR yang salah jurusan. Untungnya hanya sekali saja kami salah naik, karena selanjutnya kami bertemu dengan seorang TKW yang dengan baik hati memberi tahu kami jurusan MTR yang benar.

Di Sunny Bay Station, saatnya kami pindah MTR lagi mencari MTR khusus yang akan mengantarkan kami ke Disneyland. Wah, bertambah lagi kekaguman kami terhadap MTR khusus ini. Jendela-jendela dan pegangan tangannya, semua berbentuk kepala Mickey Mouse, ditambah lagi di beberapa sudut ada patung tokoh-tokoh Disney. Semakin menambah atmosfer Disney yang menyenangkan.


Akhirnya impian yang saya tuliskan di kuis Cita Cinta, yaitu jalan-jalan ke Disneyland, kesampaian juga. Kami tiba di Disneyland dengan selamat alias tidak nyasar-nyasar. Dengan membeli tiket seharga 350 HKD untuk adult, kami bebas menaiki, menonton, dan menikmati semua permainan dan atraksi di sini. Oh ya, teman saya yang membeli tiket MTR khusus Tourist Day Pass mendapat diskon sebesar 30 HKD untuk membeli tiket masuk Disneyland. Hmm… lumayan kan. Bisa jadi pelajaran buat teman-teman yang mau berwisata di Hong Kong, karena lebih baik membeli tiket khusus itu saja dibandingkan Octopus Card.

Sekarang kami sudah di dalam Disneyland. Ya ampun, menyenangkan sekali di sini. Serasa kembali ke masa anak-anak dulu, tetapi semuanya benar-benar mengagumkan. Tokoh-tokoh Disney yang selalu hidup sepanjang jaman itu bergaya dan beratraksi menarik, membuat kami dan para pengunjung lainnya rela antri panjang hanya untuk menikmati permainannya.


Akhirnya, petualangan kami seharian di Disneyland harus berakhir. Kami masih harus melalui perjalanan melalui MTR untuk kembali ke hotel. Saking letihnya, kami memutuskan untuk membeli makan malam take away. Gara-gara makan siang di Disneyland dengan menu yang mahal, yaitu 70 HKD untuk 1 porsi saja yang itu sangat besar dan menurut kami sangat tidak enak. Jadi ini membuat kami ingin menikmati menu yang pasti-pasti saja, apalagi kalau bukan McDonald. Di sini McDonald benar-benar sangat murah, jauh lebih murah dibandingkan di Indonesia. Cara makan kentangnya pun berbeda, karena kita akan diberi sebuah kantung besar dan satu sachet bumbu rasa rumput laut untuk nanti dicampur dan dikocok dengan kentang di dalam kantung tersebut.

Fiuuhh… Tidak terasa, hari ini adalah hari terakhir kami di Hong Kong. Belum puas rasanya, karena belum semua tempat menarik kami kunjungi. Tapi, kami bertekad suatu hari nanti kami pasti akan kembali ke negara ini untuk menikmati wisata menarik di sini.

Jadi di hari terakhir ini kami memutuskan untuk berbelanja. Ke Hong Kong kalau enggak belanja rasanya rugi. Benar kalau negara ini disebut Center of Shopping in Asia, karena harga barang-barang di sini memang lebih murah dibandingkan di Indonesia. Kami menemukan toko serba 2 HKD dan toko baju yang harganya 10 HKD.

Setelah berbelanja di sekitar jalan-jalan itu, kami masih belum puas, sehingga membuat saya bertanya pada salah satu TKW yang kami temui. “Mbak, tempat yang jual baju-baju khas Hong Kong di mana ya?”

Beruntung sekali, kami kembali bertemu dengan TKW yang baik hati mengantarkan kami ke sana. Di tempat yang dinamakan North Point Market itulah, kami benar-benar kalap berbelanja. Tempat itu begitu ramai penjual dan pembelinya. Harga-harganya pun benar-benar murah. Bayangkan saja, tas yang jika saya beli di Indonesia seharga 100.000 IDR, di sana saya bisa membelinya seharga 50 HKD atau 60.000 IDR.

Satu hal unik di tempat ini yang saya temukan saat saya bertanya kepada penjual, “how much it is?” Dia pun menjawab dengan bahasa cantonese yang tidak kami mengerti. Lalu, ketika saya mengernyitkan dahi dan berkata, “sorry….” Dia pun berkata, “suwidak songo.” (bahasa jawa: enam puluh sembilan). Wuaa… ternyata mereka bisa bahasa jawa. Tapi jangan salah, mereka hanya hafal pengucapan harga-harga saja dalam bahasa jawa.

Seperti salah satu stand juga yang penjualnya berteriak-teriak, “Telung puluh. Telung puluh!” (bahasa jawa: tiga puluh). Artinya, barang yang mereka jual seharga 30 HKD. Hhmm.. sepertinya mereka belajar bahasa jawa karena pasar ini rata-rata penjualnya adalah TKW dari Indonesia. Jadi, sebagai penjual mereka harus sedikit belajar bahasa akrabnya pembeli dong..

Lelah berbelanja, kini saatnya kami kembali ke hotel untuk check out. Sudah cukup belanjaan kami, karena hanya dalam waktu 4 jam saja, koper kami sudah beranak satu. Dalam perjalanan menuju ke hotel, kami sempatkan untuk menikmati detik-detik terakhir petualangan singkat kami di kota ini.

Kini kami menemukan jawaban mengapa kota ini padat tapi tidak pernah macet, yaitu karena kami tidak menemukan motor dan perumahan penduduk di sini. Semua gedung-gedung tinggi berisi toko-toko di lantai bawah dan apartemen di lantai atas. Penduduk di sini hanya sedikit yang punya mobil, meski harga mobilnya murah, tetapi harga sewa parkirnya sangat mahal. Bayangkan saja, mereka harus mengeluarkan 12 HKD per jam, atau 70 HKD per hari, atau 2000 HKD per bulan untuk menitipkan mobilnya di lahan parkir. Ini membuat mereka lebih memilih naik transportasi umum untuk bepergian.

Lagipula, semua transportasi umum di sini terawat dengan bersih dan rapi. Serta pejalan kaki di sini benar-benar dihargai. Bahkan meskipun itu hanya satu orang menyebrang jalan di zebra cross, semua kendaraan, dari mobil, trem, taxi, sampai bus, berhenti semua. Tidak ada pemandangan motor yang naik ke trotoar karena macet dan mengklaksoni pejalan kaki di trotoar, seperti yang sering kita alami di Indonesia.


Wah, Indonesia benar-benar harus belajar dari kota ini deh.. Baik penataan kotanya, lalu lintas, fasilitas umum, transportasi umum, dan juga kesadaran penduduknya untuk saling menghargai pejalan kaki dan merawat semua sarana umum.

Perjalanan singkat ini benar-benar seru dan menyenangkan. Terima kasih untuk Cita Cinta, Hong Kong Tourism Board, dan Inke Maris yang sudah kasih kesempatan kami untuk jalan-jalan ke negara ini. Untuk pertama kalinya kami backpacking ke Hong Kong dan pertama kalinya kami kesasar di negeri orang yang bahasa daerahnya tidak kami pahami. Masih kurang sebenarnya, tapi suatu saat kami pasti kami akan mengunjungi negara ini untuk membayar utang jalan-jalan kami ke tempat yang belum sempat dikunjungi.

So, Hong Kong… See you soon..
baca selengkapnya......

Senin, 24 Mei 2010

Apa sih Fungsi Facebook dan Twitter?

Bagi kalian, apa sih fungsi Facebook, Twitter, dan situs jejaring sosial lainnya? Cari teman lama mungkin. Cari pacar bisa jadi. Cari koneksi kerja yang saling menguntungkan, boleh juga. Atau yang lainnya. Sah-sah saja kok. Tidak ada yang salah. Asalkan tidak dipakai untuk menculik orang yaa… Seperti yang kemarin heboh diberitakan itu. :)


Bagi saya pribadi, salah satu fungsi Facebook dan Twitter adalah sebagai e-book motivation. Saya enggak perlu susah-susah beli buku motivasi atau langganan sms motivasi dari Andrie Wongso atau Mario Teguh. Tetapi, dengan rutin membaca status, postingan note dari teman-teman di Facebook atau Twitter, itu bisa memberi motivasi pada saya dalam menjalani hari-hari.

Mungkin teman-teman ada yang tidak merasakan bahwa ternyata status kalian bisa mencharge hidup saya. Meski saya jarang memberi komentar, tidak menyumbang jempol saya, atau tidak meretweet status kalian. Tapi, setidaknya saya semakin bersemangat menjalani hari demi hari kehidupan saya.
Status tentang sapaan atau senyuman, bisa membuat saya bersemangat menjalani hari demi hari. Status kalimat-kalimat motivasi yang mengutip dari siapapun itu, bisa membuat saya belajar akan sesuatu. Status tentang update’an kegiatan ketika bekerja bisa membuat saya semakin semangat bekerja dan mencapai prestasi kerja yang secemerlang teman-teman saya. Dan masih banyak yang lainnya lagi.

Tapi, semakin hari dan semakin dekatnya saya dengan jejaring sosial ini, saya merasakan ada yang ganjil di beberapa status teman-teman saya. Sampai rasanya saya ingin menghapusnya dari friend list saya. Bagaimana tidak, statusnya selalu berisi keluhan, makian, stressfull, atau apapun itu yang negatif. BBnya penuh dengan spam, ngeluh. Kalungnya hilang, ngeluh. Berangkat kantor kena macet, marah2. Temen kantor atau pacar menyebalkan, teriak aarrgghhh. Dan masih sangat banyak lagi.

Kesannya kok hari-harinya dia penuh dengan hal-hal negatif yaa.. Kalau emang begitu, kasian amat hidupnya yaa. Hidup cuma sekali kok isinya nyebelin terus. Hehe…

Saya juga pernah kok, memasang status negatif, berisi keputusasaan, kejengkelan, dll. Tapi tidak setiap hari, dan bahkan tidak sehari 3x. Bagi saya, ini adalah masalah saya, emangnya kalian yang baca bisa bantu apa? Paling banter, cuma komentar support doang aja kan.. Memang sii.. itu membantu, meski tidak lantas membuat masalah saya selesai. Tapi, kalau setiap hari saya mengeluhkan hidup saya via Facebook atau Twitter, apa kalian juga akan selalu membantu saya setiap saat? Kalian kan juga punya masalah sendiri2 dalam hidup kalian. Jadi, kalian selesaikan masalah kalian dan saya akan menyelesaikan masalah saya. Oke kan tuh.. ;)

Sebenernya sah-sah aja sii kalau pingin curhat dan sedikit curcol via Facebook atau Twitter tentang hal-hal yang menyebalkan. Sama sekali enggak salah. Tapi... akan menjadi mengganggu ketika selama satu hari itu, rajin banget update status yang isinya negatif terus. Dan akan benar-benar mengganggu mata yang membaca ketika setiap hari, statusnya keputusasaan dan makian. Wuahhh.. jadi bukannya jadi kasian tapi sebel sendiri bacanya. Hehe..

Hidup ini adalah bagaimana kita memandang setiap peristiwa yang terjadi pada diri kita. Semua peristiwa yang mungkin awalnya menyebalkan, bisa akan menyenangkan adalah tergantung bagaimana kita memandangnya. Kalau kita dari awal udah mengeluarkan kata-kata “siyal”, “bête”, “aarrgghh”, “munyuk”, “anjrit”, bajigur”, “asyem”, dan kawan-kawannya. Hukum tarik menarik itu berjalan, dan artinya… Hidup kalian hari itu akan selalu “siyal”, “bête”, “aarrgghh”, “munyuk”, dan seterusnya. Percaya gak? Buktikan aja... ;)

Kalian mau, hidupnya akan mengalami hal-hal menyebalkan itu? Tentunya enggak kan.. Jadi, yukkksss mulai dari memasang status Facebook dan Twitter yang menyenangkan. Misalnya, “Syukurlah… kalungku hilang, itu artinya Tuhan akan kasih aku kalung yang lebih bagus lagi”, “Puji Tuhan, hari ini banku bocor, artinya kalori dalam tubuhku terbakar dan itung2 olahraga deh.”, “Macet nii.. Tapi, jadi bisa dengerin talkshow di radio kesayangan lebih lama dong..”, "Alhamdullilah, kerjaanku banyak buaanggetttt.. At least aku masih kerja dan gak nganggur." Atau masih banyak lainnya lagi.

Dengan begitu, Facebook dan Twitter kalian benar-benar bisa jadi berkat buat orang lain kan.. Dan, bisa jadi e-book motivasi buat friend dan followers kalian. Akan lebih menyenangkan bukan.. Saya senang bacanya, dan kalian yang awalnya bête pasti akan berubah jadi senang. Yakin deh!!! Karena hukum tarik menarik itu berlaku, begitu juga di dunia Facebook dan Twitter. :)

Jadi... intinya adalah Positive thinking and positive writing. Yukkk ahhh...
baca selengkapnya......

Selasa, 20 April 2010

Mengapa Orang Menikah?

Apa alasan seseorang untuk menikah? Tolong beri saya satu jawaban terhadap pertanyaan ini. Mungkin ada yang menjawab, "untuk memenuhi permintaan orang tua", "untuk memenuhi perintah agama", "karena saya sudah menemukan pendamping hidup saya yang sejati", "untuk punya keturunan", dll. Ada satu jawaban dr teman saya yang cukup menyentil, "nikah itu untuk melegalkan hubungan seksual". Hhmm.. hanya itu saja? Lalu, di mana makna kudus sebuah pernikahan??


Di usia saya yang menjelang seperempat abad ini, pertanyaan2 klise sering terlontar, "kapan married nik?". Kan udah saatnya, kan usianya pas, dan masih banyak kan..kan.. yang lain lagi. Wow!! Siapa sih yang menetapkan batas usia menikah itu?? Tuhan gak pernah bilang "Hey, umatku.. menikahlah di usia 25 tahun." Atau apalah itu.. Yang lebih mengenal diri saya adalah saya sendiri. Jadi, mau kapan saya menikah, saya yang bs menjawab itu. Jawaban yang bukan untuk disebarluaskan. Saya jg punya impian, tp bukan untuk diumbar-umbar.

Kembali ke esensi sebuah pernikahan. Saya sering berpikir, "ngapain sih nikah, kalo ternyata kata bnyk orang yang sudah nikah, menikah itu bukan urusan mudah." Potret dunia pernikahan dalam kepala saya memang beragam. Dan inilah yang membuat saya sering bertanya2, "buat apa menikah?"

Menikah adalah sebuah komitmen. Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak bisa diceraikan oleh manusia. Namun, banyak hal yang bertentangan terjadi. Pasangan dgn mudah menikah dan dengan mudah bercerai. Pasangan menikah, tapi ketemu sama suami/istrinya aja malesnya bukan main. Pasangan menikah, tapi enggak ada rasa kangen meluk atau cium suami/istrinya dgn kemesraan. Pasangan menikah, tapi lebih baik waktunya dihabiskan untuk bekerja atau pergi sm tmn2nya, drpd ketemu suami/istrinya di rmh. Pasangan menikah, tapi hal-hal pribadi justru diceritakan ke sahabat lawan jenisnya daripada ke suami/istrinya. Pasangan menikah, tapi jika ada kesulitan bukannya minta tolong pada suami/istrinya, melainkan pada orang lain lawan jenisnya.

Yahhh.. Banyak sekali potret hal2 seperti itu dalam hidup saya. Dan jika yang terjadi memang demikian, itu sama saja seperti yang dikatakan teman saya bahwa "menikah itu tidak lebih dari melegalkan hubungan seksual."

Saya bukan wanita aliran feminis (mentang2 hari kartini yaa.. hehe). Saya seorang wanita tulen yang tidak anti terhadap pernikahan dan tetap memiliki impian untuk menikah dengan seorang pria pilihan saya, yang saya kasihi, dan menikahnya kami bukan karena perintah orangtua, melainkan kesadaran kami bersama.

Tulisan ini hanya bermula dari keprihatinan saya dengan dunia pernikahan saat ini. Dengan mudah orang-orang mengucapkan "would you marry me?" dan mengucapkan janji pernikahan. Tapi dengan mudah pula, semuanya berakhir di meja pengadilan. Bahkan kesamaan keyakinan dan juga larangan dari lembaga agama yang melarang perceraian pun, tetap tidak bisa menghalangi sebuah perpisahan.

Lalu, buat apa orang menikah??

Semoga.. tulisan pendek saya ini bisa mengajak teman-teman semua untuk menghargai esensi dari pernikahan. Yang sudah menikah tapi merasakan hal yang hambar dengan pasangannya, coba diingat-ingat kembali "mengapa saya dulu memilihnya dengan sadar sebagai pasangan hidup saya". Peluk dan cium lagi pasangan Anda dengan penuh kemesraan seperti yang pernah Anda lakukan dulu. Tidak ada yang membosankan dalam dunia ini, kecuali Anda bisa menciptakan penyegaran-penyegaran yang bisa menghangatkan.

Bagi yang akan menikah, selamat sudah berani memutuskan keputusan pertama dan terakhir dalam hidup Anda. Pikirkan lagi, apakah benar2 dia orang yang Tuhan beri kepada Anda. Jangan sampai setelah cincin melingkar di jari manis kanan, Anda baru menyesalinya karena baru menemukan orang yang Anda benar2 cintai.

Dan bagi yang belum menikah, sabar sajaa... Hanya Anda yang punya jawaban atas itu semua. Tidak perlu termakan dgn pertanyaan2 klise "kapan married?" itu. Anggap saja itu sebuah doa. Tapi juga jangan terburu-buru. Bisa jadi kan, di detik2 menjelang keputusan penting itu, Tuhan beri kejutan yang lain.

Intinya, mari kita menghargai pernikahan. Mari kita hargai perasaan orang yang kita nikahi itu. Kita mungkin merasa bahwa kita sudah menghargainya, tapi kita tidak tahu apa yang benar-benar ada dalam pikirannya.

"Happy Wedding"
baca selengkapnya......

Minggu, 11 April 2010

Mencari Ide di Pameran Kartun Benny dan Mice

Malam ini tadi, hari Minggu 11 April 2010, sepulang dari ibadah di gereja, saya dan pacar saya jalan-jalan ke pameran kartun Benny & Mice di Bentara Budaya Yogyakarta (BBY). Pameran yang diselenggarakan di BBY bekerja sama dengan Kompas Gramedia ini, ternyata keren loo... Sangat direkomendasikan untuk para penggemar kartun. Bahwa ternyata kartun di Indonesia itu bagus dan tidak kalah dengan kartun dari Jepang atau negara lain.



Awalnya kita disuguhi dengan kartun mereka dalam buku "Lagak Jakarta" serta "100 Tokoh yang Mewarnai Jakarta. Berbagai cerita tentang perilaku orang-orang Jakarta digambarkan dengan unik dan menarik. Setting tempatnya pun juga bagus. Cucian bergelantung di mana-mana. Menggambarkan kondisi perkampungan di Jakarta di mana cucian bergelantungan di depan pagar, seperti toko baju. Selain itu, di dalah satu sudut ruang pameran ini juga dibuat sebuah bak sampah yang berantakan. Persis seperti Jakarta dan masalah sampahnya yang tidak kelar-kelar.


Lucu lagi tentang penggambaran kartunis Benny & Mice ini tentang hebohnya bersepeda saat berangkat kerja alias "Bike to Work". Alasannya ramah lingkungan dan menyehatkan badan. Apalagi buat kota besar metropolitan ini. Mereka gambarkan dalam kartun lucu seperti ini.


Setelah itu, belok ke kanan kita akan melihat pemandangan yang bertolak belakang dengan keribetan di Jakarta, yaitu Bali. Ya, seperti pada buku mereka "Lost in Bali". Bau dupa yang dipasang sudah harum sekali.. Belum lagi sarung kotak-kotak yang ikut dipasang. Meski biasanya buat nutupi batang pohon, namun dalam pameran ini buat nutupin pot pohon.


Satu hal yang lucu dan ini memang benar-benar saya lihat di Bali ketika saya mengunjungi pulau itu 1 tahun yang lalu. Banyak sekali orang-orang yang memakainya. Saya pikir ini mungkin memang pantas & wajib dipakai di pulau penuh pantai ini. "Supaya tidak licin & kepleset" pikir saya. Namun, Benny & Mice menggambarkan dari sisi yang berbeda. Dan ini lucu! :)


Lalu, tidak luput juga karikatur dalam buku mereka "Dari Presiden ke Presiden" juga dipertontonkan. Beberapa karikatur lain yang sangat relevan dalam kehidupan sekarang ini banyak sekali. Mulai dari kasus Century sampai cerita tentang Pajak yang dipertanyakan kejelasannya.


Satu lagi. Hebohnya kampanye tentang Global Warming ternyata juga ikut digambarkan oleh mereka. Menunjukkan bahwa mereka memang jeli melihat momen dan ikut serta dalam menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan. Salah satunya dengan tidak boros tissue. Memakai tissue berlebihan = menebang pohon.


Masuk ke salah satu sudut dalam ruangan di BBY ini, kita akan melihat kliping profil dan cerita seputar Benny & Mice. Semua dipasang besar dan ditempel. Puas deh nglihatnya. Kalau tidak pegel, bisa dibaca satu-satu semua klipingnya. :)


Terakhir... Kita akan diperlihatkan sejarah awal mula pertemanan Benny Rachmadi (Benny) dengan Muhammad Misrad (Mice), sampai pada akhirnya mereka membuahkan karya spektakuler ini. Dan di sudut dekat pintu keluar ada buku gambar yang bisa kita coret-coret atau gambari, serta kritik & saran kita untuk pasangan ini. "Bikin kartun tentang kota Jogja donk.." itu bocoran saran saya untuk dua kartunis keren dari tanah air ini.


Bagi yang belum sempat main ke sana. Pameran masih dibuka kok. Mulai dari tanggal 6 - 15 April 2010, pkl. 09.00 - 21.00 WIB. Di Bentara Budaya - Kompas, Jl. Kota Baru, Yogyakarta. Pulang dari situ, banyak inspirasi dan ide deh.. ;)
baca selengkapnya......

Senin, 04 Januari 2010

Catatan Indonesia & Dunia 2009

Januari
15. Penurunan harga minyak dunia yang diikuti dengan penurunan harga BBM di Indonesia. Harga premium dari Rp 5000 menjadi Rp 4300, dan harga solar Rp 4800 menjadi Rp 4300.
20. Pelantikan Barack Obama sebagai presiden AS ke-44. Ini momen yang bersejarah bagi masyarakat AS karena pertama kalinya orang kulit hitam jadi presiden.
26. Bebarengan dengan Imlek 2560, terjadi gerhana matahari cincin. Gerhana dapat dilihat dari Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.

Februari
3. Demo anarkis yang mendesak DPRD Sumatera Utara untuk mengabulkan permintaannya pembentukan provinsi baru – provinsi Tapanuli. Akibatnya, Ketua DPRD Abdul Aziz Angkat meninggal dunia, karena jantungnya kumat, dipukul dan didesak massa.
10. Seorang bocah cilih bernama Muhammad Ponari membuat heboh masyarakat dengan batu ajaibnya yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
18. Menteri Luar Negeri AS – Hillary Rodham Clinton berkunjung ke Jakarta.

Maret
2. Murid cerdas Indonesia yang pernah meraih medali perunggu dalam Olimpiade Matematika 2005, bernama David Hartanto Widjaja meninggal dunia di kampusnya, Nanyang Technical University, Singapura. Awalnya diduga David bunuh diri setelah menyerang dosennya. Tetapi berdasar luka tubuhnya, tidak ada tanda-tanda bunuh diri, melainkan diduga dia dibunuh. Kasus ini masih menjadi tanda tanya.
27. Tanggul Situ Gintung jebol. Puluhan orang hilang dan meninggal dunia. Ratusan rumah rusak akibat terjangan air.

April
9. KPU menyelenggarakan Pemilu Legislatif serentak di seluruh Indonesia.
11. KTT ASEAN yang seharusnya berlangsung di Pattaya, Thailand dibatalkan. Karena sejak beberapa hari sebelumnya lebih dari seratus ribu massa pendukung mantan PM Thaksin Shinawatra berdemo menuntut PM Abhisit Vejjajiva turun.

Mei
4. Ketua KPK – non aktif – Antasari Azhar ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Direktur PT Rajawali Putra Banjaran. Sampai sekarang, masih belum jelas.
20. Pesawat angkut jenis C-130 Hercules Alpha 1325 milik TNI AU jatuh di Desa Geplak, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Insiden ini menghilangkan 98 nyawa.
24. Mantan Presiden Korea Selatan – Roh Moo-hyun meningal setelah bunuh diri dengan cara menjatuhkan diri dari tebing. Dia memang terlilit skandal korupsi, dan peristiwa bunuh diri seperti ini bukan hal yang baru. Daripada menanggung malu, lebih baik mati – begitu prinsipnya.
31. Setelah (mengaku) “disekap” Pangeran Kerajaan Kelantan – tengku Temenggung Mohammad Fakhry. Manohara berhasil pulang ke Indonesia. Langsung deh, namanya melejit mendadak.

Juni
1. Pesawat nomor penerbangan 447 milik Prancis Air France hilang di perairan Atlantik. Pesawat berpenumpang 228 orang itu hilang beberapa jam setelah lepas landas dari Bandara Fernando de Noronha, Brazil.
3. Setelah ditahan sejak 13 Mei 2009 karena dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap RS Omni International, Prita Mulyasari dibebaskan.
10. Jembatan Suramadu yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura, diresmikan. Jembatan ini memiliki panjang 5.438 meter, dan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia.
25. Penyanyi pop legendaris – Michael Jackson meninggal dunia dalam usia 50 tahun, di Los Angeles, California, AS. Penyebab kematiannya sempat menjadi kontroversi, mulai dari serangan jantung, overdosis obat, hingga dibunuh. Belakangan, dokter pribadinya dituntut karena dianggap penyebab kematiannya.

Juli
8. Indonesia melaksakan Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden. Tiga pasangan kandidat: Megawati-Prabowo, SBY-Boediono, dan JK-Wiranto.
17. Bom meledak di Hotel JW Marriot dan The Ritz Carlton di kawasan Mega Kuningan. Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa sebanyak 9 orang, salah satunya adalah Timothy David Mackay, warga New Zealand yang juga Presdir PT Holcim Indonesia. Akibat peristiwa ini pula, tim sepak bola Manchester United batal berkunjung ke Indonesia, serta batal main dan bertanding dengan tim sepak bola Indonesia.
22. Pasangan SBY-Boediono ditetapkan KPU sebagai pemenang Pilpres 2009 dan meraih 60,39% suara. Pemilu yang diperkirakan berlangsung dua putaran akhirnya hanya berlangsung satu putaran.

Agustus
2. Pesawat Twin Otter Merpati hilang dalam penerbangan dari Bandara Sentani, Jayapura menuju Oksibil. Belakang, baru diketahui pesawat jatuh di wilayah Abmisil, Kabupaten Pegunungan Bintang, i ketinggian 9300 kaki. Tiga awak dan 12 penumpang dinyatakan tewas.
4. Mbah Surip penyanyi gimbal dan nyentrik yang terkenal mendadak dengan lagunya Tak Gendong, meninggal dunia akibat serangan jantung.
6. WS. Rendra, penyair dengan julukan Si Burung Merak meninggal dunia. Beliau dan Mbah Surip dimakamkan berdekatan di pemakaman Bengkel Teater milik Rendra.
8. Setelah terjadi baku tembak cukup lama, sosok yang awalnya diduga Noordin M. Top tewas dalam operasi Densus 88 di Temanggung Jawa Tengah. Tapi, Polisi akhirnya meralat bahwa jasad tersebut adalah Ibrohim – pembantu peledakan bom di The Ritz Carlton.

September
2. Gempa bumi berkekuatan 7,3 SR menggoncang Jawa Barat. Getaran terasa hingga Bali, Yogyakarta, dan Jakarta. Pusat gempa berada 142 km di barat daya Tasikmalaya. Puluhan orang meninggal dan ratusan rumah rusak.
14. Aktor Hollywood – Patrick Swayze yang terkenal karena aksi romantisnya dengan Demi Moore dalam film Ghost, meninggal dunia karena kanker pankreas.
17. Noordin M. Top dinyatakan tewas dalam sebuah operasi Densus 88 Polri di Jebres, Solo, Jawa Tengah.
30. Gempa bumi berkekuatan 7,9 SR terjadi di Sumatera Barat. Gempa ini menewaskan 1195 orang, merubuhkan 119.005, menghancurkan 2.114 fasilitas pendidikan, dan 246 kantor pemerintahan.

Oktober
2. UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya milik Indonesia. Imbauan untuk memakai batik tersebar melalui blog, email, facebook, twitter. Hasilnya, semua orang se-Indonesia memakai batik pada hari ini.
16. Gempa bumi berkekuatan 6,4 SR mengguncangkan Ujung Kulon, Banten. Meski terasa hingga Jakarta dan Bandung, tetapi tidak menimbulkan dampak yang besar. Hari yang sama, Julia Roberts tiba di Bali untuk syuting film Eat, Pray, Love.
20. SBY-Boediono dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2009 – 2014. Uniknya pelantikan mereka diikuti turunnya harga komputer dan laptop di beberapa kota, salah satunya Semarang.

November
3. Pemutaran hasil sadapan KPK terhadap Anggodo Widjojo diputar oleh Mahkamah Konstitusi di Jakarta.
17. Heboh film 2012 membuat kalangan agama mengimbau masyarakat tidak menonton film karya Roland Emmerich ini, karena dianggap berpotensi mengganggu keimanan.
22. KM Dumai Express tenggelam saat melakukan perjalanan di perairan Tanjung Balai Karimun, Riau. 292 penumpang selamat, sementara 4 penumpang meninggal. Padahal kapasitas kapal ini sebenarnya hanya untuk 273 penumpang.

Desember
23. Peluncuran buku Membongkar Gurita Cikeas – Dibalik Skandal Bank Century karya George Junus Aditjondro oleh Penerbit Galangpress. Buku ini membuat beberapa orang dan pihak gerah karena namanya ditulis di buku tersebut. Kebenaran buku ini dipertanyakan oleh beberapa pihak, apalagi diiringi dengan menghilangnya buku ini di toko buku di tanah air. Sehingga membuat orang semakin penasaran serta memprotes sikap pemerintah yang telah membredel 5 buku lain selama tahun 2009.
30. Mantan Presiden Republik Indonesia – KH. Abdurahman Wahid meninggal dunia di usia ke 69 tahun. Beliau meninggal akibat sakit komplikasi yang menyerang tubuhnya. Ratusan orang melayat saat pemakamannya di Jombang, Jawa Timur. Ribuan orang merasa sangat kehilangan sosok ramah dan nylenehnya beliau. Semasa menjabat sebagai Presiden, beliau menetapkan bahwa Hari Raya Tahun Baru China atau Imlek sebagai hari libur nasional. Inilah yang membuat ribuan kaum Tionghoa di Indonesia merasa sangat kehilangan sosoknya dan mengusulkan supaya beliau diangkat sebagai “Bapak Tionghoa Indonesia”. Sedangkan masyarakat Yogyakarta mengusulkan supaya tanggal ini dijadikan sebagai Hari Pluralisme, seperti sikap pluralisme dan toleransi tinggi yang dimiliki Alm. KH. Abdurahman Wahid.
baca selengkapnya......

Jumat, 11 Desember 2009

Mencari Merapi


Seperti biasa, saya pulang ke rumah sekitar pukul 17.30. Kantor saya di selatan, sedangkan rumah saya di utara. Dan Jalan Gejayan yang sekarang berubah nama menjadi Jalan Affandi menjadi jalan wajib sehari-hari baik berangkat ataupun pulang beraktivitas.


Dalam perjalanan pulang, saya jadi teringat. Dulu setiap saya pulang kuliah atau pulang berakltivitas di sore hari, saya selalu melihat pemandangan cakep di arah utara. Yaitu gunung merapi berdiri kokoh dengan gagahnya. Jelas sekali dan seakan-akan dekat dengan kota Yogyakarta. Tidak ada awan atau kabut yang menutupi, tidak ada awan mengepul yang membuat warga Yogyakarta berpikir bahwa gunung itu sedang adem ayem. Tapi jika gunung itu mengepul dengan asap yang membumbung tinggi, wahh… bisa jadi tanda tanya, jangan-jangan sedang ada aktivitas di perut gunung itu.

Dari rumah saya di kuku kaki gunung merapi pun bisa terlihat pemandangan apik itu. Tinggal naik ke lantai atas, duduk-duduk di balkon depan, atau kalau perlu naik ke atap rumah, pemandangannya cantik nian. Atau jika tidak mau bersusah payah, bisa juga tinggal duduk di depan rumah, gunung ganteng itu bisa terlihat jelas rupawan.
Dulu, ketika peristiwa gempa mengguncang kota saya tahun 2006 silam. Semua penduduk perumahan tempat saya tinggal, ke luar rumah dan menenggok ke arah utara. Jangan-jangan gunung itu meletus dengan dahsyatnya – maklum saat itu memang kami sedang menanti detik-detik gunung itu memuntahkan isi perutnya.

Sebelum gempa itu terjadi, orang tua saya pernah pamit pada anak-anaknya, katanya mau beli roti bakar dulu di dekat pasar. Tapi sampai jam 22.00 belum juga pulang. Saya menunggu mereka sambil terkantuk-kantuk di ruang tengah. Ealahh.. ternyata mereka mampir ke rumah Mbah Marijan di kaki gunung merapi sono. Sempat disuguhi teh, mengobrol dengan penduduk setempat tentang aktivitas Merapi, dan juga mengobrol dengan wartawan stasiun TV nasional.

Sedemikian besar perhatian kami – warga Ngayogyakarta Hadiningrat ini terhadap gunung gagah di utara Yogyakarta. Tapi sekarang dan setahun terakhir ini, saya tidak pernah melihatnya lagi. Hhhhmm… Ke mana ya gerangan gunung ganteng itu? Baik-baik saja kah dikau berdiri dengan gagah di utara sana? Perlihatkan dirimu lagi ya pada kami yang kangen padamu. Perlihatkan dengan baik-baik saja dan tidak perlu dengan kehebohan muntahan isi perut atau kepulan asap tebal. Itu sudah cukup menunjukkan bahwa kau baik-baik saja di utara sana.
baca selengkapnya......